Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membuat bank pakan ternak dengan metode silase

Banyak di antara kawan-kawan disini yang masih bingung mengenai cara pengawetan pakan dengan metode silase. Bagi seorang peternak modern yang millenial sudah barang tentu kita harus sealu belajar dan mengembangkan ilmu, jangan takut gagal atau rugi karena pengalaman dalam belajar dan prakteklah yang akan terus menuntun kita untuk tetap maju dan berkembang

Dan di artikel kali ini saya akan sharing bagaimana cara membuat pakan atau sistem pengawetan pakan dengan metode silase, agar kawan-kawan disini bisa mempraktekanya

Sekarang ini kita sudah dimanjakan dengan tersebarnya jaringan internet di seluruh wilayah Indonesia, seiring hal itu banyak  ilmu yang di share, termasuk ilmu di dunia peternakan. istilahnya orang jawa “diajangi ombo” bagi yang mau belajar.

Pesan saya jangan takut untuk terus mempraktekan apa yang temen-temen pelajari, bagi saya pribadi semua ilmu itu HOAX sebelum kita benar-benar mempraktekanya, jadi dengan kita mempraktelkan suatu teori maka kita sedang mengklarifikasi apakah itu HOAX atau bukan. Dan pastinya akan selalu ada hikmah dibaliknya.

Oke langsung saja kita ke pokok pembahasan

Menurut saya silase sendiri mempunyai arti, proses pengawetan hijauan basah dengan wadah kedap udar yang hal ini dibantu oleh bakteri asam laktat bawaan dari hijauan itu sendiri dan pada situasi anaerob. Hal ini sebenarnya juga sudah merupakan proses fermentasi tetapi tanpa menggunakan bakteri starter melainkan bakteri bawaan dari hijauan itu sendiri, pada situasi seperti ini PH akan turun menjadi 3-4.

 

Bahan

Untuk bahan pembuat silase merupakan hijauan yang biasa kita kasih untuk pakan ternak, tetapi idealnya ada 4 bahan hijauan bisa itu dari jenis rerumputan, legum, rambanan, ataupun jenis rumput gajah. itu idealnya, tetapi kalau ga ada 4 jenis ya ga masalah. Sebenarnya dengan mencampurkan berbagai macam hijauan ini ada hal positif selain kita mendapatkan compledfeed zat anti nutrisi/tanin/racun yang terdapat dalam hijauan tersebut akan terurai. Jadi otomatis akan jauh lebih aman dari pada pemberian pakan segar.

 


  

Layukan

Proses pelayuan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air, lamanya tergantung banyaknya kadar air yang terdapat pada hijauan tersebut. Tidak perlu dipanaskan dibawah terik matahari cukup disuhu ruangan. Kalau bingung berapa lamanya ya dikira-kira saja, misalkan pagi diambil sorenya baru diproses.

 

 

Cacah

Proses yang ke 3 adalah mencacah hijauan, lebih enakanya memang dengan mesin cacah tetapi kalau temen-temen ga punya bisa menggunakan golok manual dengan mencacah hijauan menjadi 3-4 cm.

 

Simpan

Proses ini memerlukan wadah, bisa menggunakan tong atau plastik silase yang tebal. Kelemahan menggunakan plastik biasanya mengundang tikus dan biasnya di grogoti (dimakan) jadi hati-hati.

Selain itu jika ada tangkai yang runcing bisa membuat plastiknya berlubang. Usahakan dalam penyimpanan ini semua wadah terisi penuh. Karena kemungkinan besar ada yang busuk jika terdapat banyak udara di wadah penyimpanan. Di video saya bahkan sampai di injak-injak dengan tujuan memampatkan udara seminimal mungkin yang ada didalam tong atau tempat penyimpanan

 


 

Ciri-ciri berhasil

Ini Mudah sekali biasanya berbau khas fermentasi jika belum pernah melakukanya bau seperti tape, dan warnanya coklat keemasan

Untuk tekstur tentu semakin lunak dibandingkan sebelumnya dan biasanya terdapat bintik-bintik jamur putih.

 

 

 

Ciri-ciri gagal

Untuk ciri-ciri gagal hijauan akan berubah menjadi hitam, terdapat jamur hijau/biru/hitam dan pasti berbau busuk biasanya juga berair. Jika terdapat hal-hal tersebut jangan dimakankan ke kambing nanti bisa keracunan atau bisa dimanfaatkan sebagai kompos.

Penyebabnya tidak kedap udara, kadar air hijauan masih tinggi atau bisa juga kurang padat dalam penyimpanan

 

 

Keuntungan menggunakan pakan silase adalah kita bisa menyimpan bank pakan dengan waktu yang lama, jadi bisa awet. Pada saat musim hijauan banyak kita bisa setok sebanyak-banyaknya untuk di silase/diawetkan. Agar cadangan pakan pada saat krisis tidak menipis.

Selain itu pasti kadar nutrisi semakin meningkat, melunakan tekstur pakan sehingga meningkatkan plabilitas dan juga kesukaan ternak. Zat anti nutrisinya juga menurun sehingga memudahkan pencernaan. 

Jangan lupa berlangganan artikel via email ya kawan agar tidak ketinggalan informasi seputar dunia ternak

 

Salam Kandang Tentren Lestari

 

 

 

4 komentar untuk "Membuat bank pakan ternak dengan metode silase"

  1. Mas , kalo jerami padi bisa dibuat silase untuk pakan domba gak mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa tapi dalam konsentrasi sedikit saja untuk jeraminya

      Hapus
  2. Dimana saya bisa belajar pengolahan pangan dengan metode silase?

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan banyak video tentang fermentasi maupun silase yang sudah di wedar di youtube. atau masuk grup facebook silase dan fermentasi, banyak yang berbagi ilmu disana

      Hapus