Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal lebih jauh tanaman kaliandra! Produksi melimpah dan sumber protein tinggi

Legum yang satu ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, kaliandra yang dalam bahasa latinya Calliandra calothyrus merupakan tanaman dari jenis akar bintil atau kacang-kacangan yang sangat bagus digunakan sebagai pakan ternak ruminansia,
Selain itu banyak juga yang membudidayakanya sebagai penghasil madu untuk lebah trigona (klanceng) maupun apis.


Namun sebenarnya tanaman ini bukan asli dari Indonesia melainkan dari daratan amerika tengah Dan meksiko.
Ada dua jenis kaliandra yang umum dibudidayakan yaitu kaliandra putih Dan kaliandra merah, keduanya sama-sama bisa digunakan sebagai pakan ternak maupun lebah dengan protein diatas 20%, jadi sangat bagus digunakan sebagai pakan penggemukan baik itu diberikan langsung ke ternak atau diawetkan dengan metode fermentasi.

Kaliandra mampu hidup ditanah yang buruk sekalipun semisal dengan tingkat keasaman yang tinggi, Hal ini dikarenakan tumbuhan kaliandra mempunyai bintil akar yang mampu mengikat nitrogen dari udara bebas lalu di simpanya kedalam akar setelah itu didistribusikan ke tanah sekitar perakaran, Maka dari itu dia mampu bertahan di kondisi tanah yang ekstrim bahkan bisa memperbaiki (menyuburkan) tanah yang tidak bagus.


Tanaman yang subur di ketinggian antara 150-1500 mdpl dengan curah human diantara 2000-2400mm/tahun ini mempunyai beberapa ciri antara lain daunya berbentuk bipinnate seperti lamtoro tetapi lebih lebar yakni panjang daun utama bisa mencapai 20 cm dengan lebar 15cm, kulit batang berwarna merah atau abu-abu yang tertutup lentisel kecil dan batang yang berkayu yang tingginya bisa mencapai 12 meter dengan diameter maksimum 20 cm.

Sering digunakan sebagai tanaman pendamping rumput dengan tujuan menaikkan kualitas rumput yang rendah, pemberian pada ternak bisa dengan Cara memotong dan selanjutnya pohon ini akan tumbuh lagi yang selanjutnya 40 hari kemudian bisa dipanen kembali


Dari awal tanam sampai pemanenan pertama butuh waktu sekitar 8 bulan hampir sama dengan tanaman indigofera.
Produksi tanaman ini antara 3-14 ton/ha/tahun yang dihitung berat keringnya, Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanahnya.

Budidaya tanaman ini bisa dengan menanam bijinya khusus untuk kaliandra merah tetapi kalau kaliandra putih bisa dengan Cara biji maupun stek


Namun perlu diperhatikan masih terdapat kandungan tanin atau zat anti nutrisi sehingga jangab diberikan ke ternak saat baru dipotong
Biarkan layu minimal 12 jam atau lebih baiknya dijadikan pakan silase/fermentasi untuk menaikkan Kadar nutrisidan menurunkan tanin

Namun overall memang bagus untuk dibudidayakan, selain pertumbuhanya mudah dan tingkat produksinya melimpah kandungan proteinya juga cukup tinggi sehingga bagus untuk penggemukan ternak.


Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti blog ini atau berlangganan artikel ya
Salam dari desa Salam kandang tentrem lestari

Posting Komentar untuk "Mengenal lebih jauh tanaman kaliandra! Produksi melimpah dan sumber protein tinggi"