Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sepenting apakah peran bakteri bagi tubuh kita? (BAGIAN II)

Melanjutkan dari artikel sebelumnya, bagi yang belum baca silahkan klik disini

Mikrobakteri yang ada pada manusia memiliki pengaruh besar pada sistem kinerja tubuh. Bahkan bakteri baik tersebut harus dianggap sebagai bagian dari genom (bagian dari DNA)

Pada setiap 10 triliun sel yang ada pada tubuh manusia, ada 10 kali mikroba di dalamnya. Jadi ada sekitar 100 triliun penampang bakteri yang tak terlihat. Ini artinya, tubuh manusia memiliki ekosistem unik sekaligus rumit. Estimasi berat bakteri pada manusia adalah seperempat sampai dua kilogram per orang. Banyaknya bakteri itu sendiri ternyata juga dipengaruhi oleh beratbadan tiap-tiap orang.



Kabar baiknya, kebanyakan mikroba tersebut sifatnya baik, bahkan bersimbiosis mutualisme dengan manusia. Mereka seolah dibolehkan tinggal dan tumbuh di dalam tubuh, sehingga bakteri tersebut pun membalas budipada inangnya. Misalnya ikut memerangi bakteri jahat dan membantu proses pencernaan makanan saat enzim tertentu sebagai pemproses zat mengalami penurunan (kekurangan enzim). Nah pada saat inilah microbakteri ini membantu peran enzim

Peranan timbal balik yang saling menguntungkan ini pun bermanfaat di bidang sains dan medis. Contohnya membantu para ahli memahami kaitan antara mikroba dalam tubuh dan penyakit kronis seperti asma, diabetes, obesitas, dan yang lain (Mother Nature Network, 2013).

Dilansir dari pendapat Prof. dr. Pratiwi P. Sudarmono, Ph.D, Sp.MK(K), kumpulan dari triliunan mikroorganisme yang mendiami tubuh manusia inilah yang dinamakan mikrobioma.

Mikrobioma dalam tubuh manusia terdiri dari bakteri, virus, dan eukariota. Rasio sel yang dimiliki oleh mikrobioma ini 10 kali lebih besar dari sel tubuh manusia. Rasio gennya pun 200 kali lebih besar dari gen manusia.

Banyaknya jumlah mikroba ini turut membawa dampak baik yang sangat signifikan bagi tubuh manusia sejak masih bayi. Mikroorganisme pertama dalam tubuh bayi yang lahir lewat persalinan normal diserap dari sang ibu.


Pratiwi menjelaskan, Bayi yang masih dalam kandungan itu steril, tak satupun bakteri ada di ususnya. Namun ketika proses kelahiran, bakteri tertentu di organ vital sang ibu berkurang dan bayi menyerapnya seperti sponge.

Berbagai Jenis bakteri yang diserap oleh bayi ini kemudian berperan penting dalam menentukan kesehatannya dimasa depan. Ada bakteri yang membuat bayi mengidap jenis alergi tertentu atau berpotensi mengidap penyakit tertentu. Hal ini membuat Pratiwi mengimbau peserta perempuan yang hadir di kuliah umum itu untuk selalu menjaga kesehatan organ reproduksinya.

Seiring perkembangannya, komposisi mikrobioma di tubuh manusia terus berubah sehingga tak ada satupun manusia yang memiliki komposisi mikrobioma yang sama dalam tubuhnya. Ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, jenis bakteri di ususnya berganti jenis.


Orang yang mengalami obesitas pun cenderung memiliki keragaman mikroba yang lebih sedikit dibanding orang yang bertubuh normal. Padahal, tingkat keragaman mikrobioma yang tinggi berdampak baik bagi tubuh. Pasalnya, variasi mikrobioma ini membantu manusia untuk menghadapi lebih banyak ancaman kesehatan. (DOI: 10.23886/ejki.4.6291.71-5, Vol. 4. No. 2, 2016)

Dan kita memang perlu untuk selalu menjaga keragaman mickoba yang ada di dalam tubuh, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan-makanan alami, sayur dan buah mentah yang bersih dan organik tentunya. Atau kalau kita masih punya lahan yang cukup luas, bisa kita tanam sayuran sendiri guna mensuplai bahan organik tanpa pestisida dan pupuk kimia yang akan mengurangi bahkan membunuh bakteri baik yang akan kita makan

Selain itu kita juga mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan atau zat-zat yang sering kita gunakan sebagai perawatan tubuh dengan tujuan mendapatkan kulit yang glowing hal ini juga bisa membunuh bakteri baik yang berdiam di tubuh kita. Ada banyak alternatif lain yang bisa kita gunakan, obat-obatan pun sekarang banyak yang herbal. Tidak hanya itu kosmetik juga banyak yang pembuatanya secara herbal dan dengan basic fermentasi seperti misal produk kecantikan dari jepang SK II, itu juga pengolahanya secara fermentasi yang menggunakan bantuan microba untuk mengolahnya.

 

Bersambung....

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Sepenting apakah peran bakteri bagi tubuh kita? (BAGIAN II)"