Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan fermentasi dan silase! Peternak wajib tahu

Pengolahan pakan untuk ternak baik itu sistem fermentasi maupun silase kini sedang trend.
Hal ini terjadi karena keterbukaan diera millennial yang sangat akrab dengan kemudahan menggali informasi
tentu hal ini menjadi angin segar bagi dunia peternakan di Indonesia
Selain bisa meningkatkan berbagai nutrisi misalkan nilai protein, tingkat kecernaan dan palabilitas bagi ternak, sistem fermentasi ataupun silase ini juga sangat membantu para peternak dalam memenejemen sumber daya pakan. 
jadi saat musim hujan para peternak bisa mengumpulkan pakan sebanyak-banyaknya untuk dijadikan stok atau bank pakan ternak disaat musim kemarau bahkan sampai musim hujan lagi.
asalkan cara penyimpananya benar, pakan fermentasi ini mampu bertahan dalam waktu lama sampai tahunan.
Namun ternyata masih banyak juga para peternak yang belum tahu perbedaan antara sistem pengolahan pakan secara fermentasi dan silase
Padahal meskipun keduanya memanfaatkan mikroba sebagai bioteknologi tetapi cara pengolahanya cukup berbeda

"apa sih bedanya?"

SILASE

Adalah salah satu teknik pengawetan atau memperpanjang masa simpan hijauan agar tetap hijau. Terjadi proses fermentasi alamiah secara tertutup tetapi secara pasif. Artinya kita tidak meng-intervensi secara aktif dengan memasukkan probiotika tertentu. Fermentasinya hanya mengandalkan probiotika alamiah yang ada atau menempel di bahan hijauan. Apa saja mikroba probiotika yang berperan untuk proses silage, kita tidak tahu persisnya. Tetapi bisa diduga salah satunya adalah Sacharromyces sp.

Silage adalah cara paling sederhana, mudah dikerjakan dan berbiaya paling murah. Siapa pun peternaknya, bisa mengerjakan, asal mau mengerjakan. Tidak pakai banyak alasan.
PROSES

Hijauan (tebon jagung, rumput Gajah, rumput Odot, rumput Raja, rumput campuran hasil "ngarit" dll), setelah dipanen harus dilayukan dulu dengan cara dijemur kena sinar matahari selama 4 - 5 jam. Bisa juga dilayukan dengan cara diangin-anginkan di dalam gudang, tidak kena sinar matahari, dengan posisi berdiri, selama 2-4 malam. Pelayuan dengan cara diangin-anginkan hasilnya lebih baik. Karena mikroba probiotika alamiah yang ada atau menempel di hijauan, tidak mati akibat kena sinar ultra violet dari matahari.

Maksud dari dilayukan adalah untuk menurunkan kadar air menjadi 25 - 30% saja. Wajib hukumnya. Karena proses fermentasi secara tertutup mensyaratkan kadar air total 25 - 30%, tidak kurang dan tidak lebih. Kalau kurang tidak terjadi fermentasi. Kalau lebih akan terjadi pembusukan.

HASIL

Lama pemeraman (silage time), perlu waktu minimum 3 minggu. Hasil silage yang benar-benar matang perlu waktu 4 minggu. Dalam kondisi wadahnya tetap kedap, bisa tetap disimpan selama berbulan-bulan bisa sampai 36 bulan. Bila proses silage-nya baik dan benar, warna hijauan tetap hijau, sedikit kekuningan, berbau harum dan rasanya asam-manis. Tetapi tidak bisa diharapkan adanya peningkatan nilai gizi.



FERMENTASI AKTIF

Ini yang membedakan antara fermentasi pasif (silage) dengan fermentasi aktif. Hasilnya bisa diharapkan terjadi peningkatan kualitas gizi hijauan. Kadar serat kasar (SK) dan serat sangat kasar (SSK) turun, TDN naik dan dapat bonus kadar protein naik dan palatabilitas meningkat. Tetapi dengan catatan probiotika yang dipakai untuk fermentasi aktif harus yang baik dan benar, dengan daya kerja :
1. Amilolitik, memecah amilum kasar menjadi sakarida sederhana (mono sakarida = glukosa);

2. Lipolitik, memecah lemak kasar menjadi lemak sederhana (asam lemak);

3. Proteolitik, memecah protein kasar menjadi protein sederhana (asam amino);

4. Lignolitik, memecah serat sangat kasar (lignin) menjadi lebih sederhana, dari poli sakarida menjadi oligo sakarida;

5. Selulokitik, memecah serat kasar (selulosa, hemi selulosa) menjadi sakarida yang lebih sederhana (disakarida, mono sakarida dan turunannya bisa berupa gas golongan methanol).

Jadi sekarang temen-temen saya harap sudah tidak bingung lagi tentang definisi kedua cara pengawetan pakan baik itu fermentasi maupun selase

Kesimpulan pendeknya yaitu silase terjadi secara alamiah tanpa tambahan microba tertentu sedangkan fermentasi aktif membutuhkan probiotik sebagai tambahan microba untuk melakukan peosesnya. 

semoga bermanfaat jangan lupa follow artikel ini ya
agar tidak ketinggalan berita saat saya post artikel



Posting Komentar untuk "Perbedaan fermentasi dan silase! Peternak wajib tahu"