Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

jangan pernah memberi pakan kambing dengan lamtoro atau daun singkong!

Berbicara masalah pakan dengan protein yang tinggi, kedua tanaman ini memang termasuk juara. Bagaimana tidak rata-rata tanaman yang banyak terdapat dipedesaan ini mempunyai protein Kadar diatas 25% selain itu kandungan seratnya juga lumayan tinggi sehingga bagus digunakan untuk penggemukan maupun peranakan
Lamtoro atau dalam bahasa latinya dikenal dengan nama leucaena leucocephala sudah dikenal masyarakat sejak jaman dulu dengan nama petai cina,dia termasuk golongan legum atau kacang-kacangan dari Amerika Tengah yang dibawa masuk ke Indonesia pada awal Abad 20

Tanaman lamtoro in sangat mudah tumbuh di pelosok nusantara, banyak sekali manfaatnya selain digunakan sebagai pakan ternak, antara lain sebagai pupuk hijau, bahan bangunan, tanaman pelindung Kakao, pagar hidup, sayuran dll.

Sebenarnya lamtoro ini sangat prospek digunakan sebagai hijauan pakan ternak. Ini sangat cocok sekali untuk membantu perbaikan nutrisi rumput yang pada dasarnya mempunyai nilai protein rendah. Selain itu lamtoro juga sangat mudah dibudidayakan, walaupun musim kemarau daunya akan tetapi hijau berbeda dengan rumput apabila musim kemarau tiba daunya berubah menjadi kecoklatan.
Termasuk juga tanaman singkong banyak sekali terdapat dipelosok nusantara, kalau ditempat kami lereng pegunungan muria tanaman ini selalu ada disepanjang tahun. Jadi cocok juga dijadikan sebagai bank pakan ternak Karena keberadaanya tak lekang oleh waktu.
Protein kasarnya bisa mencapai 28% dengan kandungan serat kasarnya 16,4%.
Lho? Keduanya sama-sama bagus kenapa tidak boleh dikonsumsi ternak?

Hal inilah yang ingin saya tekankan keduanya bagus, namun disisi lain tanaman ini mempunyai zat anti nutrisi/tanin/racun/sianida yang bisa menyebabkan ternak keracunan hingga meninggal. Kandungan tanin pada singkong sangat tinggi namun jika dijemur dengan full sinar matahari 5-6 jam racunya sudah jauh berkurang, atau kalau ingin aman bisa dilakukan silase maupun fermentasi, kandang juga ada yang memberikan air garam pada saat di palung pakan yang bertujuan mengurangi taninya.

Begitu juga daun lamtoro terdapat zat anti nutrisi Asam Amino non protein yang biasa disebut mimosin, sangat bisa menimbulkan kecarunan ataupun gangguan kesehatan saat pemberian dalam jangka waktu yang lama. Lamtoro ini bagus digunakan antara 40-60% dari  bobot hijauan total Karena jika pemberian berlebih untuk pertumbuhan bobot hewan ternak malah kurang bagus.
Pemberianya sama yaitu perlu pelayuan untuk mengurangi kadar racun. Namun tidak perlu dilakukan penjemuran Karena daun mudah rontok.

Tetapi tidak cukup sampai disini, menurut pengalaman saya sendiri jangan pernah mencampur 2 hijauan ini untuk dijadikan pakan ternak kalau lebih boleh, minimal 5 bahan atau jangan pernah mencampurnya. Pemberian pakan bisa diberikan secara terpisah, walaupun sudah dilayukan atau dijemur sampai kering.
Saya pernah mengalami kambing di kandang keracunan semua, Hal ini disebabkan kambing saya mengkonsumsi 2 bahan hijauan ini secara bersamaan padahal keduanya sudah saya layukan.
Alhamdulillah masih ada yang hidup walaupun yang mati juga ada.
Sejak saat itu saya tidak pernah memberikan pakan tersebut secara bersamaan. Bayangkan jika kita menabung sedikit demi sedikit Dan sudah capek Cari pakan Karena ketidaktahuan kita kambing malah keracunan, bukanya untung yang didapat tetapi malah buntung.

Namun apabila temen-temen pengen Cara super aman bisa dilakukan silase atau fermentasi, bakteri pengurai akan menurunkan kadar racun meskipun kedua hijauan ini dicampur.

Semoga bermanfaat
Atau jika temen-temen pengen share tentang kedua hijauan ini, silahkan tulis dikolom komentar 


6 komentar untuk "jangan pernah memberi pakan kambing dengan lamtoro atau daun singkong!"

  1. Kalau sy memberikan pakan daun singkong dan lamtoro hanya sebagai selingan aja. Minimal seminggu sekali. Kalau ternyata lbh aman jika difermentasi akan sy lakukan. Terimakasih sdh berbagi pengetahuan. Semoga panjenegan sllu diberkahi

    BalasHapus
  2. Daun Pongporang, Singugu, Kakacangan (sentrosema), Cebreng (mirip indigofera), Capituher (tanaman merambat), Kelor, Turi, Randu, Rumput2an sawah, Daun Maja (gerenuk), Mamangkokan, daun Sengon, daun Pepaya, de el el... itu bbrp jenis pakan kambing yg biasa kami berikan. Kalau odot, indigofera, rumput gajah dan kaliandra, di daerah sy ga ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak, yang belum ada monggo di tanam biar tambah beraneka ragam hijauanya

      Hapus
  3. Waduh malah kalau dikami lamtoro ini adalah makanan sehari² tapi kami tidak pernah punya pengalaman kambing kami keracunan...kalau daun singkong iya benar keracunan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. keduanya bagus untuk pakan ternak, tergantung kebiasaan dan cara mengolahnya

      Hapus