Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara mengolah enceng gondok untuk pakan ternak


Saya sering bilang "selalu manfaatkan limbah atau hijauan disekitar" jadi agar mudah mendapatkanya Dan yang pasti akan jauh lebih murah

Eceng gondok ternyata bisa dijadikan pakan domba. Kenapa? Karena pada dasarnya eceng gondok merupakan tanaman yang mengelurkan bau yang khas yang disukai oleh domba atau ternak lainya. Apakah hanya demikian? Tentu saja tidak. Selain baunya yang membuat domba/kambing tertarik untuk memakan tanaman tersebut, eceng gondok juga memberikan manfaat lain. Para peternak sangat disarankan memberi makan ternak mereka dengan eceng gondok. Tanaman ini seolah menjadi suplemen khusus untuk domba. Apa saja manfaat eceng gondok untuk domba/kambing?
Salah satu manfaat dari eceng gondok adalah bahwa tumbuhan yang sering ditemukan di rawa-rawa ini akan merangsang pertumbuhan organ-organ domba lebih cepat. Menurut studi ilmiah, bobot domba itu akan jauh lebih berat dalam jangka waktu yang tidak lama jika domba tersebut diberi makan berupa eceng gondok. Itulah sebabnya beberapa peternak domba profesional memberi makan dombanya dengan eceng gondok daripada tanaman yang lain. Mereka bisa saja memberi makan dengan daun singkong. Akan tetapi, jauh lebih baik jika domba diberi makan eceng gondok.

Bagaimanakah eceng gondok diubah menjadi pakan domba? Pertanyaan ini harus dijawab terlebih dahulu.

SILASE (SILAGE)

Ada metode yang dinamakan ensilase. Ini adalah metode yang digunakan untuk mengolah eceng gondok sebagai pakan domba. Caranya sangat mudah.
Pertama, eceng gondok harus ditiriskan setidaknya selama satu hari satu malam. Kemudian, tumbuhan tersebut dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan sedikitnya 2 jenis serat yang lain (40%) dan konsentrat SNI untuk penggemukan (60%). Setelah bercampur secara merata, campuran tersebut kemudian dimasukkan dan dipadatkan di dalam drum plastik. Tutup drum tersebut sampai rapat dan kedap. Lalu disimpan selama minimum 4 minggu, maka jadilah pakan domba yang terbuat dari eceng gondok sudah jadi. Karena tanpa menggunakan probiotika, maka bisa disebut fermentasi tertutup secara pasif. Tidak meningkatkan kualitas pakan. Hanya sekedar pengawetan.

FERMENTASI TERTUTUP AKTIF

Menggunakan probiotika pengurai serat kasar (SK) dan serat sangat kasar (SSK). Menghasilkan peningkatan kualitas pakan, baik secara organoleptik mau pun proksimatnyaa.

Prosedur :
1. Eceng gondok dipanen dan bagian akarnya mesti dibersihkan dari tanah dan atau lumpur;

2. Bila pada musim panas, dijemur kena sinar matahari selama 1 hari atau sampai kadar airnya di bawah 30%. Idelnya sampai kadar airnya 20-25%. Bila pada musim hujan, dilayukan dengan cara dihampar setebal maksimum 10 cm di tempat teduh selama 3 - 5 hari atau sampai kadar airnya kurang dari 30%;

3. Dicacah (di-chopper) menjadi ukuran kecil-kecil 2-3 cm atau menjadi serabut lebih bagus;

4. Dengan campuran jerami padi kering, rumput Gajah umur 40-50 hari atau rumput Odot umur 50-60 hari atau tebon jagung umur 80-90 hari yang juga telah dilayukan sampai kadar airnya kurang dari 30% atau campuran dengan ketiganya atau keempatnya (misal : eceng gondok 20% + jerami padi 10% rumput Odot 50% + tebon jagung 20%) :
> Campuran hijauan sebanyak ---> 75%;
> Dedak ---> 25%;
> Ditambah tetes tebu+probiotik andalan sesuai takaran+air

5. Diaduk sampai benar-benar rata. Bisa secara manual atau pakai mixer lebih baik;

6. Setelah rata, dimasukkan ke dalam wadah fermentasi (fermentor) drum plastik kapasitas 150 liter, sambil dipadatkan setiap 20 cm. Semakin padat semakin baik. Diisikan sampai penuh rata permukaan drum. Kemudian ditutup rapat dan kedap. Lalu disimpan dalam kondisi drumnya dibalik, penutupnya di bawah agar benar-benar rapat dan kedap;

7. Diperam selama minimum 4 minggu supaya benar-benar matang hasil fermentasinya. Maka, dengan teknik ini bisa meningkatkan kualitas pakan komplit dengan cara :
> Turunnya kadar serat kasar (SK) dan serat sangat kasar (SSK) secara signifikan.
> Sebaliknya TDN-nya akan meningkat.
> Dapat bonus peningkatan kadar protein kasar.
> Palatabilitasnya meningkat karena rasanya manis.
> Daya simpan bisa sampai 36 bulan bila disimpan dalam wadah tetap rapat dan kedap, serta
> Harganya menjadi lebih ekonomis bila dibanding kadar protein kasar yang telah meningkat, dan
> Feed intake 20-30% akibat meningkatnya TDN.
8. Sebelum diberikan ke ternak, seyogyanya dihampar dulu selama 30 - 60 menit untuk menurunkan kadar air dan menghilangkan kadar alkoholnya. 

Begitulah kiranya memanfaatkan salah satu tanaman yang tak begitu bernilai menjadi sangat bernilai ekonomis 
Dan dirubah menjadi daging
jangan sia-siakan tanaman enceng gondok ini,
mari kita olah dengan baik agar tidak hanya menjadi tanaman yang tidak dimanfaatkan secara maksimal

Sumber:
Prof. Winarno (mukti abadi)

Posting Komentar untuk "Cara mengolah enceng gondok untuk pakan ternak"